Back

pagoda pulau kemaro
📍Kalidoni
klenteng Hok Tjing Rio atau lebih dikenal Klenteng Kuan Im dibangun tahun 1962. Di depan klenteng terdapat makam Tan Bun An (Pangeran) dan Siti Fatimah (Putri) yang berdampingan. Kisah cinta mereka berdualah yang menjadi legenda terbentuknya pulau ini.
Bagini cerita singkatnya, Tan Bun An, merupakan anak saudagar Tionghoa dari Tiongkok yang jatuh cinta pada Siti Fatimah, putri raja pada masa kerjaan Sriwijaya. Saat itu, Tan Bun An mengajak Siti Fatimah pergi ke Tiongkok untuk mengunjungi orang tuanya.
Setelah beberapa waktu di Tiongkok, Tan Bun An beserta Siti Fatimah kembali ke Palembang dan diberi 7 buah guci. Setibanya di sungai Musi yang saat ini merupakan keberadaan Pulau Kemaro, Tan Bun An membuka guci yang ternyata berisi sayur mayur.
Kecewa atas pemberian orang tuanya, pria asal Tiongkok itu pun membuang seluruh guci ke Sungai Musi. Namun saat guci terakhir dibuang dan pecah, ternyata isi di dalamnya adalah emas perhiasan.
Tanpa berfikir panjang, Tan Bun An langsung terjun ke sungai Musi untuk mengambil guci tersebut. Akibat arus air yang deras dan dalamnya air sungai Musi, Tan Bun An tak kunjung muncul ke permukaan, begitu pula dengan seorang pengawal yang saat itu mendampingi mereka.
Melihat Tan Bun An dan pengawalnya tak lagi muncul, Siti Fatimah pun ikut terjun ke sungai Musi untuk ikut menyelamatkan dan terakhir ketiganya hilang secara bersamaan.
Kalau ini terjadi masa sekarang, netizen pun berteriak BUCIN banget sih ini pasti zodiaknya leo, cancer, scorpio, capricorn dan pieces deh! Kalau masa sebelum kata bucin tercipta, ini bisa dibikin teater ala ala shakespeare 😂.
*#guidebook #wonderfulindonesia #pindleindonesia #MeetLocals
kita #explorepalembang
💬 2 comments


