Back








Batu Pandang Ratapan Angin
📍Kecamatan Kejajar
Telaga Warna merupakan salah satu ikon wisata yang ada di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Salah satu tempat terbaik untuk menikmati keindahan telaga itu adalah dari Batu Pandang Ratapan Angin.
Lokasi Batu Pandang Ratapan Angin yang ada di bukit sekitar Telaga Warna membuat panorama telaga terlihat begitu menawan dari ketinggian.
Ada cerita sejarah dibalik penamaan batu pandang ratapan angin. Konon dahulu ada seorang pangeran dari kerajaan Dieng dan seorang putri yang saling mencintai dan dicintai oleh rakyat. Suatu hari sang pengeran harus pergi jauh untuk menuntut ilmu sebagai bekal pewaris tahta. Putri sangat sedih dan selalu murung di depan jendela.
Ada seorang prajurit yang memperhatikan Putri yang sedang murung namun tetap cantik. Prajurit tersebut mencoba mendekati dan menghiburnya. Awalnya memang berniat untuk menghibur namun karena seringnya terjadi pertemuan antara mereka, posisi pangeran pun tergeser oleh Prajurit di hati sang putri. Percintaan ini pun menjadi perbincangan di kalangan rakyat.
Pada suatu kesempatan, Prajurit mengajak Putri ke suatu tempat. Tempat itu agak tinggi dan melewati pepohonan. Dari tempat mereka, Putri dapat melihat pesona Telaga Warna dan Telaga Pengilon dengan sangat jelas.
Di balik kebahagiaan Putri dan Prajurit, mereka tidak tahu bahwa Pangeran telah kembali. Pangeran sedang menuju ke tempat mereka berdua berada.
Putri yang tertangkap basah sedang berkhianat sangat kaget dan ketakutan. Ia terus meminta maaf kepada Pangeran sambil menangis. Sementara itu, Prajurit yang tidak terima kekasihnya dibentak-bentak hingga menangis, menyelip ke belakang Pangeran sambil mengeluarkan sebilah pisau. Pangeran sadar tepat pada waktunya dan langsung menangkis pisau Prajurit. Pangeran yang patah hati menjadi semakin marah karena peristiwa ini. Pangeran sangat emosi dan tanpa sadar ia merapalkan mantra kutukan kepada Putri dan Prajurit yang berkhianat. Pangeran mengutuk mereka menjadi batu.
Putri yang duduk memohon maaf menjadi batu yang lebih pendek. Sedangkan Prajurit yang masih berdiri menjadi batu yang lebih tinggi. Keduanya berjajar.
Setelah berhasil mengendalikan emosinya, Pangeran sangat menyesal telah mengutuk orang yang ia cintai. Namun, Ia tak mungkin mengembalikan Putri menjadi manusia.
Penyesalannya ini membuat Pangeran sering mengunjungi tempat bersejarah yang melukai hatinya itu. Ia sering merenung di sana sambil menatap Telaga Warna dan Telaga Pengilon.
Ternyata tak hanya Pangeran yang menyesal. Putri dan Prajurit yang berkhianat juga menyesali perbuatan buruk mereka.
Penyesalan mereka terdengar dari desingan batu yang terkena angin. Oleh karena itu, masyarakat menamakan tempat ini sebagai “Batu Pandang Ratapan Angin”.
#guidebook
#pindleIndonesia
#wonderfulIndonesia
#adoelputra
#PesonaIndonesia
#Landscape
#TelagaWarna
#Dieng
#RatapanAngin
💬 13 comments
Comments (13)

adoelPutraDecember 19, 2022
keren uy 😍

Wati_3168December 19, 2022
Dieng cakep sih🤩📸

vinnDecember 19, 2022
awesome view 😍😍

LukmanHarunAzzuhriDecember 19, 2022
keren masyaALLOH

Pindle.IndonesiaDecember 19, 2022
menarik sekali 😀👏

GoodmorningJanuary 6, 2023
Wawooo awesome ❤️

Ahmad_RiyadiFebruary 16, 2023
mantul...👍👍
