Back

Gedung Central Telephone
📍G8W8+QJM, Kampung Baru, Baiturrahman, Banda Aceh City, Aceh 23116, Indonesia
Sebagai salah satu provinsi yang pernah dijajaki oleh kolonial Belanda, Aceh pastinya memiliki sejumlah catatan sejarah jejak perjalanan.
Seperti halnya Kota Banda Aceh, sebagai pusat kota. Pastinya meninggalkan banyak sejarah peradaban kolonial Belanda zaman dahulu, salah satunya sentral telepon.
Sentral telepon merupakan situs sejarah peninggalan Belanda yang berada di pusat kota, tepatnya di jalan Teuku Umar nomor 1, Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Lokasinya tidak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman.
Bangunan bundar dan memiliki kemiripan dengan mercusuar ini memiliki dua lantai, bangunan ini dibangun pada masa berkecamuknya perang Aceh tepatnya pada masa kerajaan Aceh Darussalam di bawah kepemimpinan Sultan kerajaan terakhir yaitu Sultan Muhammad Daud Syah (1874 – 1903).
Gedung dengan gaya Eropa ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1903. Hal itu berdasarkan tulisan berupa angka 1903 yang ada di bagian atas ventilasi jendela di salah satu sisi gedungnya.
Material bangunannya adalah beton yang cukup tebal dibagian bawah, hal itu bertujuan sebagai perisai kalau ada penyerbuan di Aceh dan di atasnya bahan dari kayu yang tahan cuaca.
Sentral telepon dulunya digunakan sebagai keperluan perang oleh Militer Belanda, gedung ini merupakan pelayanan telepon pertama dan satu-satunya yang beroperasi semenjak tahun 1903 dan dimiliki sepenuhnya oleh Militer Belanda.
Sedangkan kantor pelayanan telepon untuk umum, baru dibangun tahun 1931 di lokasi kantor telepon.
Pada masa penjajahan Jepang yaitu pada 1942-1945, gedung tersebut sempat juga difungsikan untuk keperluan yang sama. Namun, setelah kemerdekaan Indonesia sampai menjelang 1960, bangunan ini kemudian ditetapkan sebagai Kantor Telepon Militer Kodam 1/Iskandar Muda atau yang disebut Wisebath (WB) Taruna.
Red - AJNN
#pindle
#pindleindonesia
#wonderfulindonesia
#Guidebook
#MeetLocals
💬 0 comments
Comments
No comments yet.
