Back
peresean adat sasak lombok
koescobain
October 11, 2022

peresean adat sasak lombok

šŸ“Batu Layar

Peresean atau tradisi bertarung dengan rotan adalah budaya dari Suku Sasak yang hingga kini masih dilakukan. Warisan kekayaan budaya di Gumi Lombok Sileparang ini tergolong unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain unik, tradisi ini terbukti memang memacu adrenalin bagi yang menontonnya. Bagaimana tidak? Penonton yang menyaksikan peresean adat Lombok ini harus memiliki cukup keberanian untuk menyaksikan pertarungan ini. Pertarungan sengit para pemain yang profesional, dengan menggunakan senjata rotan yang bisa melukai tubuh petarung hingga mengeluarkan darah. Namun, pertarungan dalam tradisi peresean Lombok ini bukan sembarang pertarungan. Terdapat nilai patriotisme yang begitu mendalam yang berkaitan dengan sejarahĀ Suku Sasak Lombok. Setelah lewat masa penjajahan, pertarungan ini terus dilakukan secara turun-temurun hingga menjadiĀ tradisi Suku Sasak. Tradisi ini kemudian diyakini juga oleh masyarakat sebagai ritual meminta hujan saat musim kemarau panjang tiba. Seiring perkembangan zaman dan kepopuleran Lombok sebagai daerah wisata, tradisi Peresean bukan hanya untuk ritual dan acara kerajaan, melainkan juga menjadi daya tarik luar biasa untuk menyambut para wisatawan yang berkunjung. Karena bukan merupakan pertarungan biasa dan mengandung makna filosofis yang kuat, para petarung dalam tradisi seni Peresean ini diwajibkan menggunakan baju adat khas Lombok. Para petarung yang biasa disebutĀ pepaduĀ menggunakan celana yang dibalut dengan penutup kain khas Lombok dan kain ikat kepala. Pada bagian atasnya, mereka tidak menggunakan baju apapun alias bertelanjang dada. Sementara itu, alat tarung yang digunakan hanyalah sebuah perisai yang merupakan bagian dari senjata dan tongkat rotan untuk bertarung. Selama pertarungan berlangsung,Ā pepaduĀ akan diawasi oleh wasit atau disebutĀ pekembar. Ada duaĀ pekembarĀ yang mengawasi jalannya pertarungan, yaituĀ pekembar sediĀ yang mengawasi jalannya pertarungan dari luar arena, danĀ pekembarĀ tengah yang mengawasi jalannya Peresean di tengah arena. Selama upacara ini berlangsung, masing-masingĀ pepaduĀ saling serang menggunakan tongkat rotan dan menangkis menggunakan perisai yang terbuat dari kulit kerbau yangtebal. Satu yang membuat tradisi Peresean ini menjadi begitu seru dan menantang adalah paraĀ pepaduĀ sama sekali tidak memiliki persiapan dan tidak mengetahui siapa lawan tarungnya. Orang yang bertindak memilih paraĀ pepaduĀ adalahĀ pekembar sediĀ dan mereka yang terpilih harus bersedia melakukan pertarungan. Jadi, pertarungan yang dilakukan betul-betul dilakukan secara spontan oleh warga Suku Sasak Lombok ini. Pertarungan dalam tradisi Peresean baru akan berhenti ketika salah satuĀ pepaduĀ ada yang terluka hingga berdarah. Jika salah satu dariĀ pepaduĀ belum ada yang terluka, keduanya dianggap sama kuat dan pertandingan dilanjut hingga melewati lima ronde barulah ditentukan siapa yang paling sedikit mengalami luka. Tidak mutlak lima, banyaknya ronde bisa disesuaikan dengan kesepakatan bersama antar panitia danĀ pekembar. Meski dikenal dengan tradisi pertarungan, setiap selesai bertarung masing-masingĀ pepaduĀ wajib berpelukan dan saling memaafkan seakan tak pernah terjadi apapun sebelumnya.Ā  Ini menunjukkan nilai-nilai kesabaran, kerendahan hati, dan saling menghormati yang sangat kental dicontohkan dalam tradisi ini. Selama proses pertarungan,Ā pepaduĀ diiringi oleh musik pengiring sebagai penyemangat bertarung. Alat musik yang digunakan berupa gendingan yang terdiri dari gong, sepasang kendang, rincik, simbal, suling, dan kanjar. Kesemuanya ini dibunyikan sebagaimana alunan khas Lombok yang dapat menggugah semangat paraĀ pepaduĀ dan penonton. Untuk para wisatawan yang berkunjung ke Lombok atau yang ingin berlibur ke Lombok jangan sampai kelewatan menyaksikan upacara Peresean ini. Pertunjukkan ini bisa Anda jumpai di wilayahĀ Suku Sasak Sade dan EndeĀ yang merupakan daerah asli Suku Sasak yang masih sangat menjaga nilai tradisional. #MeetLocals #pindleindonesia #Guidebook #wonderfullindonesia #koescobain

šŸ’¬ 5 comments

Comments (5)


Ion Hazardas
Ion HazardasOctober 11, 2022

kereeen šŸ˜šŸ‘šŸ¼

JAYENDRASINH
JAYENDRASINHOctober 11, 2022

lovely

Sunnylee1234sl_
Sunnylee1234sl_October 11, 2022

keren sekali 😘😘

HERMANDHES
HERMANDHESOctober 11, 2022

keren abis senior sayešŸ‘šŸ¤©

Rahmat_Ilahi
Rahmat_IlahiOctober 24, 2022

keren sekali bgšŸ‘šŸ»šŸ˜

peresean adat sasak lombok - Pindle