Back

Festival Pasola
📍Kodi
Pasola diawali dari pelaksanaan yang bernama adat nyale. Pada umumnya, adat nyale menjadi sebuah upacara dalam rangka mengucap syukur atas berkat yang telah didapati. Dan, ini juga menjadi upacara atas kedatangan dari musim panen serta cacing laut yang banyak di tepi pantai.
Ada tersebut biasanya dilaksanakan pada bulan purnama. Perlu diketahui oleh anda kalau cacing laut yang ada disana disebut sebagai nyale. Para Rato memprediksi bahwa nyale akan keluar dipagi hari atau sesudah mulai terang.
Apabila nyale gemuk dan terlihat sehat serta warna-warni, maka ini diartikan bahwa tahun tersebut bisa mendapatkan banyak kebaikan. Begitupun dengan sebaliknya, jika nyale kurus dan tidak sehat, maka ini akan mendatangkan malapetaka.
Festival pasola biasanya dapat dilaksanakan apabila nyale ada dan diadakan di bentangan padang yang luas. Setiap kelompok akan terdiri atas kurang lebih 100 pemuda dengan senjata tombak yang terbuat kayu. Dimana tombak tersebut berdiameter sekitaran 1,5 cm dan tumpul.
Tumpul bukan berarti tidak berbahaya, tetap saja ini bisa berdampak pada jiwa manusia. Apabila dalam atraksi di festival pasola tersebut mendapatkan korban, maka ini diartikan sebagai hukuman yang berasal dari dewa, karena telah membuat pelanggaran.
Festival pasola akan menjadi perekat jalinan tentang persaudaraan dari dua kelompok yang mengikuti kegiatan pasola dan masyarakat umum.
Perlu diketahui oleh anda kalau pasola ini menggambarkan rasa terimakasih atau syukur dan kegembiraan bagi masyarakat setempat, sebab hasil panen yang berlimpah.
Umumnya, pasola bisa dijadikan sebagai tonggak untuk kemajuan dari pariwisata Sumba. Pasalnya, kegiatan dari budaya ini menjadi salah satu kegiatan yang sudah dikenal oleh banyak orang mancanegara.
Hal ini bisa dilihat dari para turis asing yang datang kesana untuk melihat atraksi dari festival pasola.
#Pindle
#PindleIndonesia
#PINDLEGEMINDONESIA
#Guidebook
#MeetLocals
💬 0 comments
Comments
No comments yet.
