Back
Curhatan Pagi di Kampung Nelayan
Jaka Setiawan
September 11, 2022

Curhatan Pagi di Kampung Nelayan

📍Banggai Tengah

Cerita Pagi Bocah Nelayan di Desa Monsongan [Banggai Laut]  Saat berlayar, Ayah harus menghadapi Ombak dan Badai di Laut. Karena hanya menggunakan Sampan, Ayah tidak dapat pergi melaut terlalu jauh. Tangkapan ikan Ayah kadang banyak kadang sedikit, semua bergantung pada cuaca. Sampan Ayah tidak bermesin dan Ayah tidak perlu membeli bahan bakar. Aku mendengar sekarang ada Nelayan yang modern. Kapalnya lebih besar dan menggunakan bantuan Mesin sehingga tidak mudah terguncang ombak. Kapal ini menggunakan Mesin sehingga memerlukan Bahan Bakar. Banyak Pemilik Kapal tidak mempedulikan penggunaan Bahan Bakar hingga ada yang boros sehingga mencemari lingkungan perairan. Mereka bisa berlayar ke laut lepas sehingga tangkapan ikannya banyak.  Alat penangkap ikan mereka berupa Jaring dan juga Radar yang bisa mendeteksi kumpulan ikan, bahkan ada yang menggunakan Bom. Aku cukup sedih melihat sekarang ini banyak yang menangkap ikan dengan Pukat Harimau dan Bahan Peledak. Pukat Harimau adalah jaring sangat besar yang dapat menjaring semua makhluk hidup laut. Bom Ikan adalah bahan peledak untuk menangkap ikan. Cara ini dapat menyebabkan hancurnya Terumbu Karang dan Habitat Ikan.  #Pindle  #MeetLocals #Pindlelndonesia  #PINDLEGEMINDONESIA  #Guidebook

💬 2 comments

Comments (2)


rajaairhiu_
rajaairhiu_September 11, 2022

keren 😍👍

Desimnoer
DesimnoerSeptember 13, 2022

wow keren 😍👍

Curhatan Pagi di Kampung Nelayan - Pindle