Back
Tumpak Sewu , Pronojiwo _ Lumajang
Jawa Dwipa 🇮🇩
September 10, 2022

Tumpak Sewu , Pronojiwo _ Lumajang

📍Kecamatan Ampelgading

Ingin menikmati air terjun sambil bergulat dengan alam, ala petualang liar, Anda bisa mengunjungi Tumpak Sewu yang terletak di Desa Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pemandangannya memang indah, namun yang menurut saya jauh lebih menarik adalah tantangan untuk mendekati Tumpak Sewu. Bagi yang menyandang predikat anak gunung atau pecinta alam, mendaki tebing terjal di Tumpak Sewu mungkin sudah biasa. Ini berlebihan untuk mengkategorikan pariwisata ekstrim. Namun bagi orang awam, petualangan di Tumpak Sewu dijamin membuat jantung berdegup kencang, dan terkadang lutut lemas. Inilah keseruannya, selain pemandangan alam yang indah di Tumpak Sewu! Ada kalanya Anda harus berjalan menyusuri aliran air yang keluar dari tebing, atau berdiri di atas batang bambu, karena tidak ada lagi tanah untuk dipijak. Meski menguras tenaga dan nyali, namun asyiknya perjalanan naik turun bisa dilakukan dengan relatif aman. Ada pemandu yang siap menjaga perjalanan Anda menuruni tebing Di titik-titik tertentu yang cukup rawan, Anda juga tidak perlu terlalu khawatir, karena pengelola wisata di Tumpak Sewu telah melengkapinya dengan sejumlah pengaman seperti tali, jembatan bambu, atau gagang kayu. Jalur telah dimodifikasi untuk keamanan. Air terjun Tumpak Sewu berbentuk setengah lingkaran dengan ketinggian sekitar 120 meter. Anda dapat menikmati dari dua tempat. Dari bawah air terjun, atau dari tanah datar yang disebut Pos Panorama. Pos Panorama hanya berjarak sekitar 10 menit jalan kaki dari pintu masuk. Ada sebidang tanah yang tidak lebih dari setengah lapangan bulu tangkis, untuk menikmati pemandangan Tumpak Sewu. Saat pertama kali melihat Tumpak Sewu setelah tiba di Pos Panorama, saya langsung teringat film petualangan. Anda harus menikmatinya dari bawah air terjun. Tidak ada jalan lain; Hadapi tantangan mendaki jalur terjal untuk sampai ke tujuan. terus terang pengalaman mengunjungi Tumpak Sewu menurut saya cukup unik. Saya belum pernah menjumpai jalur curam seperti Tumpak Sewu, hanya untuk menikmati curugnya. Di tempat lain yang pernah saya kunjungi, untuk mencapai air terjun, biasanya hanya jalan setapak yang bisa dilalui dengan berjalan kaki kangkung. Di Tumpak Sewu ini tidak mungkin. Asyiknya, Anda tidak perlu pergi ke daerah terpencil di hutan untuk menikmati petualangan ini. Dari jarak parkir lokasi wisata, Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit sebelum mulai mengikuti jalur yang membuat Anda harus bergelantungan, melompat, merangkak atau merangkak. Menurut saya, inilah nilai lebih bagi Tumpak Sewu. Menuruni tebing, bisa dilakukan dengan waktu tempuh sekitar 40 menit hingga 1,5 jam. Bisa lebih lama, bisa lebih cepat tergantung stamina dan skill kamu. Jangan berharap menemukan tanah datar sebelum mencapai dasar lembah. Setidaknya di satu titik ada sebidang tanah berukuran tidak lebih dari dua meter persegi, yang cukup baik untuk istirahat. Saat sampai di bawah, rasa lelah Anda akan terbayar dengan pemandangan tebing-tebing Tumpak Sewu yang tinggi dan megah. Waktu yang ideal tentu saja di pagi atau sore hari, saat keadaan masih terang. Selain memiliki air terjun dan kolam sungai, di kaki tebing juga terdapat gua. Gua ini tidak terlalu terlihat karena tertutup rerumputan dan pepohonan. Di bawah lembah udara cukup basah. Meski masih berjarak sekitar puluhan meter dari jatuhnya air terjun, Anda akan merasa seperti sedang gerimis. Jika ingin aman, bawalah kantong plastik untuk menyimpan barang berharga seperti handphone. Untuk kenyamanan, saran saya gunakan sandal gunung, bukan sepatu sandal jepit apalagi sandal refleksi. Spot selfie paling atas ada di anak tangga yang berhadapan langsung dengan air terjun. Banyak yang bilang Tupak Sewu Niagara itu milik Indonesia. Sepanjang tahun, debit air yang jatuh tidak berkurang. Setelah puas foto-foto selfie, jangan lupa tarik nafas panjang untuk pulang. Perjalanan menanjak dijamin lebih menguras stamina. Jika Anda tidak cukup kuat, penglihatan Anda bisa menjadi kabur dan kunang-kunang. Bernafas juga sulit. Ingin berhenti takut dan malu pada orang lain. Ingin terus gemetar lutut. Jika sudah seperti ini, mungkin Anda sedikit menyesal turun ke bawah. Yang perlu diingat, ada pahala yang setimpal jika kamu bersabar menjalani ujian hidup ala Tumpak Sewu. Sukses dan selamat sampai tujuan Sumber medcom.id #MeetLocals #pindleindonesia #Guidebook

💬 1 comment

Comments (1)


Yuliatno
YuliatnoJanuary 24, 2024

uwowooww

Tumpak Sewu , Pronojiwo _ Lumajang - Pindle