Back




Lemang Durian, Si Legit yang Gurih dan Lezat
📍Kecamatan Tampan
Bagi Anda pecinta buah-buahan pasti tidak asing dengan buah durian. Tahukah Anda, menyantap durian akan makin nikmat jika ditemani lemang.
Lemang merupakan salah satu makanan yang terbuat dari olahan ketan yang dimasak menggunakan buluh bambu dan dibakar.
Inilah salah satu alasan saya menjadi host kuliner saat bertemu teman-teman Pindle. Saat pertemuan nanti, teman-teman bisa merasakan nikmatnya kuliner makan lemang durian.
Cita rasa dari lemang adalah manis dan gurih, dengan aroma khas semilir bau bakaran bambu dengan daun pisang muda. Lemang menjadi makanan khas tradisional di daerah.
Bagi masyarakat Sumatera, lemang durian menjadi salah satu menu wajib ketika musim durian tiba.
Nama lemang di masing-masing daerah berbeda. Lomang (Batak), lemang (melayu), dan lamang (minangkabau), adalah tiga nama berbeda namun mirip yang merujuk pada jenis makanan yang sama.
Makanan ini sebenarnya tidak tidak diketahui secara pasti asal mulanya dari mana. Tapi ada sebuah buku sejarah yang menyatakan kalau metode memasak yang digunakan pada lemang ini ditemukan pada cara memasak nasi masyarakat Melayu yang ada di Malaysia pada tahun 1864.
Berhubung di Sumatera ada banyak sekali keturunan masyarakat Melayu, maka lemang sangat dikenal dan kemudian menjadi kuliner khas Sumatera. Menurut buku An Encyclopedia of Gardening (Loudon and Loudon, 1871), budaya memasak dengan modifikasi bambu ditemukan oleh masyarakat Belanda di ranah Minangkabau dan Tanah Batak.
Lemang seringkali dijuluki sebagai lontong khas Sumatera karena memang dibuat dari beras, bentuknya yang lonjong, dan bagian dalamnya putih.
Tapi lemang dan lontong sangat jauh berbeda cita rasanya karena memang bahan pembuatannya berbeda. Jika lontong dibuat dari bahan dasar beras nasi, lemang dibuat dari beras ketan yang dicampur dengan santan kelapa sehingga ada rasa gurihnya.
Selain itu, cara memasaknya juga sangat jauh berbeda dari lontong. Jika lontong dibuat dengan cara dikukus atau direbus dalam air mendidih, lemang dibakar menggunakan bambu hingga matang.
Inilah yang membuatnya memiliki aroma asap yang khas. Bambu yang digunakan adalah bambu pilihan yang ketebalannya sedang. Setelah bambu dicuci bersih, bagian dalamnya dilapisi daun pisang, barulah adonan beras ketan dan santan kelapa dimasukkan.
Waktu pembakarannya berlangsung hingga berjam-jam lamanya. Untuk itu, disarankan menggunakan cara tradisional yakni dengan menggunakan kayu bakar.
Lemang sudah jarang dijumpai karena memang butuh keahlian dalam memasaknya. Meski demikian, lemang durian ini selalu hadir sepanjang masa di Pekanbaru.
Jika teman-teman Pindle berkunjung ke Pekanbaru dan ingin menikmati lemang durian, bisa menemuinya di sepanjang Jalan Sudirman. Tepatnya di sekitaran Hotel Pangeran Pekanbaru. Di tepi jalan akan teman-teman temui beberapa penjual lemang. Biasanya mereka menempatkan lemang yang masih dalam bentuk batang di atas meja.
Sedangkan durian, bisa teman-tenan temui juga di kawasan yang sama. Para penjual durian ini memiliki kios-kios. Para pedagang ini menempatkan durian tepat di depan kosnya. Sehingga siapapun yang lewat di sepanjang Jalan Sudirman ini, maka akan langsung terlihat durian di tepi-tepi jalan.
Selain itu teman-teman Pindle bisa membeli durian di sepanjang Jalan Arifin Ahmad dan di Jalan Arengka, dekat Pasar Pagi Arengka.
#pindle
#pindleindonesia
#MeetLocals
#guidebook
#wonderfulindonesia
💬 6 comments
Comments (6)

Benson Tolarba Cariñaga September 8, 2022
Sarap❤️❤️

latisyaalanaSeptember 8, 2022
mantap

Rahmat_IlahiSeptember 8, 2022
nikmatnya😍
