Back
Saka Anau a.k.a Gula Aren
Nursyamsi
September 7, 2022

Saka Anau a.k.a Gula Aren

📍Kecamatan Tampan

Gula aren dari Sumatera Barat atau biasa disebut masyarakat Minangkabau gula saka sangat cocok dijadikan saus untuk minuman atau tambahan makanan manis. Sebut saja bubur sumsum, kolak, cendol ataupun dibuat kopi. Makanan atau minuman akan terasa lebih lezat, karena tanpa pemanis tambahan, rasa manisnya sudah pas. Gula aren berasal dari sadapan pohon aren yang memiliki ketinggian mencapai 10 meter. Pohon aren disadap 2 kali sehari, pagi dan sore. Hasil sadapan pagi lebih banyak daripada sore. Hal ini terjadi karena dalam cuaca dingin di tengah malam sampai subuh air nira mengalir deras. Makanya pohon aren cocok ditanam di daerah ketinggian dibandingkan daerah dataran rendah. Rata-rata dalam sehari pohon aren di dataran rendah panen di angka 12 liter. Namun di daerah tinggi atau pegunungan, Rata-rata panen dalam sehari 20 liter air nira. Selain itu, faktor cuaca juga berpengaruh dalam menghasilkan gula aren. Di musim kemarau, 1 kilogram gula aren didapat dari 5-6 liter air nira. Sedangkan di musim penghujan, 1 kilogram gula aren berasal dari 7-8 liter air nira. Nira aren juga mudah masam, karena zat gula yang terkandung di air nira mudah terfementasi oleh bakteri. Jika air nira masam, maka gula yang dihasilkan juga akan berasa asam. Air nira yang dipanen akan dibawa ke tungku api dan langsung dimasak. Proses memasak gula aren ini sekitar 4-5 jam, tergantung bentuk tungku, bentuk wajan dan besarnya api. Jika jumlah air nira yang dipanen pada saat itu tidak cukup 1 wajan, maka air nira tersebut dimasak hingga sampai mendidih saja. Proses selanjutnya menunggu hasil panen air nira periode berikutnya, sore atau pagi hari. Air nira dimasak menggunakan api sedang sambil sesekali diaduk. Saat proses mengaduk ini, niih yang di dalam wajan dibuang. Jika buku tidak dibuang, maka gula enau yang dihasilkan akan keras. Selain itu, proses membuang buih ini berdampak pada enau yang dihasilkan tidak menghitam. Setelah gula aren ini mengental, proses selanjutnya dituang ke dalam cetakan berupa batok kelapa atau bambu yang sudah dicuci bersih. Selanjutnya gula dibiarkan dingin hingga benar-benar keras. Setelah keras, gula enau atau aren dibungkus dengan daun pisang kering. Jika proses membungkus, gula masih hangat atau belum benar-benar keras akan membuat gula enau basah dan mudah hancur. Di Pekanbaru (Riau), kebanyakan gula aren atau saka anau ini berasal dari Payakumbuh (Sumatera Barat). Selain itu, guala aren juga berasal dari daerah kabupaten lain di Riau seperti Rokan Hulu. Harga jual gula enau ini berkisar antara Rp30.000 sampai Rp40.000 per kilogramnya. (Sumber:gajah maharam photography) #pindle #pindleindonesia #wonderfulindonesia #guidebook #meetlocals

💬 8 comments

Comments (8)


Benson Tolarba Cariñaga
Benson Tolarba Cariñaga September 7, 2022

Sarap❤️❤️❤️

Rizki Syafari
Rizki SyafariSeptember 7, 2022

Mantap kak

Nsphonegraphy
Nsphonegraphy September 7, 2022

Manis sekali 👍🤩

Chem Syam
Chem SyamSeptember 7, 2022

keren 😍

HERMANDHES
HERMANDHESSeptember 7, 2022

wow🤩👍

Saka Anau a.k.a Gula Aren - Pindle