Back
Lalat
Masekotj_77
September 2, 2022

Lalat

📍Kecamatan Cakung

Lalat adalah jenis serangga dari ordo Diptera (berasal dari bahasa Yunani di berarti dua dan ptera berarti sayap). Perbedaan yang paling jelas antara lalat dan ordo serangga lainnya adalah lalat memiliki sepasang sayap terbang dan sepasang halter, yang berasal dari sayap belakang, pada metatoraks (kecuali beberapa spesies lalat yang tidak dapat terbang). Satu-satunya ordo serangga lain yang memiliki dua sayap yang benar-benar berfungsi dan memiliki halter adalah Strepsiptera. Namun, berbeda dengan lalat, halter Strepsitera berada di mesotoraks dan sayap di metatoraks. Ordo Diptera adalah ordo yang besar, yang diperkirakan mencakup 240.000 spesies hewan yang dikenal secara umum sebagai lalat, nyamuk, agas, no-see-um (Ceratopogonidae) dan lain-lain, meskipun hanya kurang dari setengahnya (sekitar 120.000 spesies) yang telah dideskripsikan. Hewan dari ordo ini biasanya hidup dengan mengisap darah, sari tumbuhan, membantu penyerbukan, atau dari bangkai makhluk hidup. Ordo ini adalah satu dari empat ordo terbesar dari keseluruhan makhluk hidup. Sekitar 3.125 spesies hidup pada masa lalu, dan yang tertua yang pernah ditemukan adalah limoniid crane fly, yang hidup 225 juta tahun lalu. Tubuh lalat biasanya pendek dan ramping, telah beradaptasi dengan gerakan udara. Tagma pertama dari lalat, kepala, terdiri atas ocelli, antena, mata majemuk, dan bagian-bagian mulut (labrum, labium,mandibula, dan maksila). Tagma kedua, toraks, menahan sayap dan memiliki otot-otot terbang pada ruas kedua, yang bentuknya membesar. Ruas pertama dan ketiga bentuknya lebih kecil. Pada ruas ketiga toraks terdapat halter, yang membantu menyeimbangkan lalat selama terbang. Adaptasi lebih lanjut untuk terbang adalah pengurangan jumlah ganglion saraf dan konsentrasi jaringan saraf di toraks, suatu ciri yang paling berbeda pada infraordo Muscomorpha. Lalat memiliki kepala yang dapat bergerak dengan mata dan sebagian besar memiliki mata majemuk yang besar di sisi kiri dan kanan kepalanya, dengan tiga ocelli kecil di atasnya. Untuk pengendalian arah pandangan, wilayah jangkauan optik dianalisis oleh sekumpulan neuron yang sensitif terhadap gerakan. Satu bagian dari neuron-neuron ini diduga digunakan untuk mengestimasi parameter-parameter gerakan sendiri, seperti mengoleng, berguling, dan berbelok. Neuron-neuron lainnya diduga digunakan untuk menganalisis materi penglihatan itu sendiri, seperti mengidentifikasi bentuk suatu figur di tanah dengan menggunakan paralaks gerak. Bentuk antena beragam, tetapi seringnya pendek untuk mengurangi beban saat terbang. #lalat #lalathijau #insect #serangga #pindleindonesia #macrophotography #macro

💬 1 comment

Comments (1)


Abdul Rehman Tahir
Abdul Rehman TahirSeptember 2, 2022

great details ✨

Lalat - Pindle