Back



Lapangan Benteng Medan
📍Kecamatan Namorambe
Jl. Pengadilan No.Kel, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara 20236
Tapak tanah tempat berdirinya Balaikota Medan sekarang, merupakan lahan hutan dibuka pertama kalinya oleh Guru Patimpus, 1 Juli 1590 yang dikenal sebagai areal “Kampung Medan”. Kemudian mengapa lapangan yang berada di seberang bangunan balaikota dinamakan Lapangan Benteng, juga mengapa adanya keberadaan Wisma Benteng?
Karena memang di areal delta tempat bertemunya dua aliran sungai, yakni Sungai Deli dan Sungai Babura, dulunya oleh Belanda dibangun benteng (loji).
Bangunan benteng dengan bagian depan menghadap ke jembatan Jalan Raden Saleh – sekarang menjadi bagian dari pasar swalayan Grand Palladium.Terakhir bangunan benteng ini dikelola bagian Peralatan Daerah Militer (Paldam) Bukit Barisan hingga tahun 1960-an. Sedangkan di tapak tanah Balaikota Medan sekarang, dulunya merupakan gedung Dinas Kesehatan Daerah Militer (Diskesdam) Bukit Barisan. Semen-tara di bagian belakangnya, hingga ke pinggiran delta dua aliran sungai kompleks perumahan perwira menengah (Pamen).
Pada bagian dalam bangunan benteng (loji) sekarang, menjadi bangunan Wisma Benteng – sebagai pengganti Balai Prajurit yang sekarang Bank Central Asia (BCA) di Jalan Bukit Barisan depan Kantor Pos Besar Medan mengarah ke stasiun. Sedangkan di bagian dalam benteng dulunya menjadi komunitas hunian warga Maluku asal Ambon yang diduga sebelumnya mereka anggota KNIL Belanda.
Itu sebabnya, di sekitar Lapangan Benteng hingga akhir tahun 1960-an meru-pakan komunitas militer. Di sudut Jalan Kejaksaan dan Jalan Maulana Lubis pernah menjadi markas Corps Polisi Militer (CPM) yang kemudian pindah ke Jalan Jenderal Soeprapto. Pada bagian belakangnya kantor Komando Distrik Militer (Kodim) yang semula adalah Pusat Pendidikan Administrasi dari Korps Keuangan Dam Bukit Barisan.
Sebelumnya Kodim berada di bagian depan Perguruan Immanuel sekarang, Jalan Imam Bonjol – Jalan Jenderal Soeprapto–Jalan Cut Nyak Dhien.
Sedangkan Pusat Pendidikan Administrasi dari Korps Keuangan Dam Bukit Barisan sebelumnya menempati gedung yang kemudian menjadi Sekolah Hakim dan Jaksa (SHD), Jalan Imam Bonjol dan kini menjadi bagian lapangan parkir dari Hotel Danau Toba International (HDTI).
Pada areal bangunan benteng mau pun Lapangan Benteng, jelas merupakan kompleks militer peninggalan Belanda, tidak terkecuali di tapak tanah gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRD) Sumatera Utara, dulunya merupakan asrama prajurit dan beberapa rumah gedung di sebelah kirinya, dihuni perwira komandannya.
Begitu juga dengan barisan rumah toko (Ruko) di Jalan Raden Saleh, sebelumnya merupakan bangunan rumah terbuat dari kayu/papan, di kiri/kanan dan depan bangunan dikelilingi halaman yang luas. Bangunan rumah tersebut, merupakan hunian perwira Kodam Bukit Barisan.
#pindle
#pindleindonesia
#guidebook
#pindlegems
#77Indonesiabangkit
đź’¬ 4 comments
Comments (4)

Benson Tolarba Cariñaga August 24, 2022
Amazing❤️❤️❤️

Indah KurniawatiAugust 25, 2022
mantap
