Back
BEST PLACE
BEST PLACEDesa Pengudang
📍Teluk Sebong
Bintan adalah salah satu kabupaten di Kepulauan Riau yang banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Tak mengherankan, sebab posisinya strategis, berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura.
Selain itu, Kabupaten Bintan punya kekayaan pesona bahari, kuliner, kesenian, dan lainnya yang menjadi daya tarik wisata tersendiri. Jika bicara soal alam di Bintan, maka yang paling khas adalah hutan bakau (mangrove).
Pengudang Bintan Mangrove, misalnya, yang terkenal sebagai ekowisata di Desa Pengudang, Kabupaten Bintan. Menyusuri keasrian hutan bakau sejauh empat kilometer itu dengan speedboat terasa sangat mengasyikkan. Pesona rimbunnya pepohonan bakau sungguh menentramkan jiwa.
Ada puluhan jenis bakau yang tumbuh di Pengudang Bintan Mangrove, seperti spesies Rhizophora, Bruguiera, Xylocarpus. Ada juga tumbuhan lainnya, seperti pandan dan palem. Semuanya menawarkan daya tarik tersendiri.
Tak hanya keasrian flora, kelangsungan hidup fauna di sekeliling sungai juga tampak damai. Selama menyusuri sungai, kita bisa mendengar burung-burung berkicau, melihat monyet-monyet bergelantungan di atas pohon, berang-berang berenang, hingga biawak yang berlari cepat. Ya, di sini biawak hidup sesuai kodratnya, alih-alih memanjat pagar di kompleks perumahan.
Selain melintasi rimbunnya hutan, pengunjung juga akan dibawa untuk melihat pemandangan lain. Mulai dari putihnya pasir di Pantai Pengudang, Padang Lamun yang terbentang luas, serta eksotisnya Batu Junjung dan Batu Arang. Keindahan pulau juga dapat kita nikmati, sembari melihat aktivitas nelayan yang menangkap ketam dengan alat perangkap tradisional bubu.
Di balik rimbunnya hutan bakau, tempat wisata ini merupakan kawasan konservasi dugong, kuda laut, penyu, dan padang lamun yang membentang sepanjang 18 kilometer. Tak jarang, saat melakukan tur, kita juga akan menjumpai mamalia laut maupun hewan yang dilindungi itu berenang melintasi sungai dan lautan.
“Walaupun terasa sulit menjumpai mamalia laut ini secara langsung. Kita dapat melihat jejak mereka melalui lamun yang telah mereka makan. Ada beberapa kali, mereka terdampar di pantai atau terjebak di jaring nelayan,”
Dugong Seagrass Center Project (DSCP) ikut menjadikan Desa Pengudang sebagai "pilot project" Penelitian Lamun dan Dugong. Menurut hasil penelitian DSCP, wilayah Pengudang memiliki lebih banyak variety lamun dibanding tempat lain di Bintan.
Jika tidak dapat melihat langsung mamalia laut itu, singgahlah ke Balai Desa Pengudang. Kita akan menemukan sebuah replika rangka dugong yang berasal dari dugong yang telah mati terdampar. Penyusunan kembali rangka dugong ini diinisiasi oleh DSCP dengan bantuan warga setempat.
#pindle #pindleindonesia #guidebook #wardiansyah18 #bintanisland #kepri
đź’¬ 0 comments
Comments
No comments yet.
