Back


Berkibarlah Benderaku
šKecamatan Cicalengka
Berkibarlah BenderakuĀ (1947)
"ciptaan Ibu Sud."
Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan bangsa
Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela
Sang merah putih yang perwira
Berkibarlah slama-lamanya
Kami rakyat Indonesia
Bersedia setiap masa
Mencurahkan segenap tenaga
Supaya kau tetap cemerlang
Tak goyang jiwaku menahan rintangan
Tak gentar rakyatmu berkorban
Sang merah putih yang perwira
Berkibarlah slama-lamanya....
Lagu Berkibarlah Benderaku (1947) merupakan salah satu lagu nasional Indonesia yang diciptakan Ibu Sud atau Saridjah Niung. Lagu ini membahas tentang nasionalisme, kecintaan terhadap identitas negara, sang saka Merah Putih. Berkibarlah Benderaku berupaya menanamkan semangat membela bangsa, membela salah satu simbol negara Indonesia: bendera Merah Putih.
Berkibarlah Benderaku diciptakan pada 1947 dengan dibantu duta besar Indonesia Joesoef Ronodipoero yang saat itu menjadi salah satu pimpinan Radio Republik Indonesia (RRI). Lagu ini sangat populer dan dinyanyikan di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) di Indonesia.
Dalam buku Sarijah Bintang Sudibyo (Ibu Sud): Karya dan Pengabdiannya (1985) diceritakan mengenai inspirasi lahirnya Berkibarlah Benderaku. Dua tahun usai kemerdekaan, Direktur RRI Joesoef Ronodipoero dipaksa tentara Belanda menurunkan bendera Merah Putih yang terpacang di halaman RRI di masa Agresi Militer Belanda 1947.
Meskipun diancam dengan todongan senjata dan bayonet, Joesoef menolak mentah-mentah perintah tentara tersebut. Peristiwa heroik itu diterjemahkan Ibu Sud dalam lirik: "Siapa berani menurunkan engkau ... Tak gentar rakyatmu berkorban".
Simbol negara sang saka Merah Putih diperjuangkan di bawah ancaman, serta pengorbanan nyawa dan darah para pejuang republik ini. Lagu Berkibarlah Benderaku memotret patriotisme itu, dihapalkan sebagai lagu wajib nasional Indonesia
#wonderfulindonesia
#pindleindonesia
#pindlegemindonesia
#tufponsel
#guidebook
š¬ 2 comments
Comments (2)

lensaponselARTAugust 9, 2022
merdeka ,,, jgn lupa ngopi š
